Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan

12 Agustus 2013

Pengalaman Naik Bus Jurusan Yogyakarta-Purwokerto

Kecelakaan bus karya sari jurusan yogyakarta-purwokerto membawa duka mendalam bagi korban dan keluarganya.Tercatat sampai saat ini ada 15 korban meninggal dunia dan puluhan korban masih di rawat di rumah sakit terdekat.

Peristiwa terjadi di tanjakan Krumput, Desa Pagelarang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas.Saya pernah naik bus melewati tanjakan ini memang sungguh ekstrim saat bus jalan naik seperti ga kuat jalannya suara mesin bis mengaung ngaung bagai serigala.

Kronologi kejadian bermula saat bus karya sari akan kembali dari yogyakarta,Bus berhenti di terminal purwokerta hanya setengah jam.Ketika melewati tanjakan krumput bus mengalami rem blong hingga menabrak sedan dan tiga sepeda motor kemudian terseret sampai ke jurang sedalam lima meter.

Kini sopir bus telah di tetapkan sebagai tersangka dan akan menjalani proses hukum setelah kesehatanya membaik.

Dari pengalaman pribadi naik bus ekonomi jurusan yogyakarta-purwokerto banyak bus yang sudah tua mungkin juga sudah tak layak jalan.Ketika pergi ke yogja saya naik bus yang usianya telah tua dan jalanya juga mengebut jika melewati jalan yang berlubang goncanganya terasa sekali.Saat itu  hanya berdoa semoga tak terjadi hal hal yang tak di inginkan.

Kejadian serupa juga di alami ketika ke purwokerto bus yang saya tumpangi sudah tak layak jalan masih saja mengebut di jalan raya dan ketika di tanjakan saya hanya berdoa semoga remnya tidak blong.Karena pada saat di tanjakan terjadi kemecetan hingga bus harus berhenti menunggu antrian lewat,bayangkan bila rem blong maka bisa keglundung mengenai mobil yang ada di belakangnya.

Uji kir kendaraan selama 6 bulan sekali sepertinya belum berfungsi maksimal buktinya bus yang sudah tua masih bisa lolos dan beroperasi di jalan raya.

Semoga dengan adanya kecelakaan yang terjadi di banyumas akan memperketat uji kelayakaan angkuatan umum agar kejadian rem blong tak akan terulang kembali dan kru bus sadar akan pentingnya keselamatan penumpang jangan hanya mengejar setoran.Apalah arti setoran yang banyak tapi mengabaikan keselamatan penumpang

Read more »

9 Mei 2013

The Story of Eyang Subur

Menyebut nama eyang subur pasti sudah pada tahu dan paham betul sosok lelaki paruh baya ini.Siapa sangka perselisihan dengan mantan muridnya membawa dirinya di kenal banyak orang karena sering tampil di berbagai media mulai dari elektronik hingga dunia maya.

Asal mula pria yang mempunyai tujuh orang istri ini melejit yaitu berawal ketika mantan muridnya adi bing slamet melaporkan karena si eyang di duga mengajarkan aliran sesat kepada muridnya.Saat kasus ini baru muncul saya salut dengan keberanian adi melaporkan dan membeberkan tindakan guru spritualnya selama ini yang melenceng jauh dari ajaran agama islam.Akan tetapi lama kelamaan saya anti pati terhadap adi bing slamet karena terkesan lebay dan ada unsur lain di balik semua itu.Jika memang dia melaporkan agar eyang kembali ke jalan yang benar menurut agama tentu kasus tak seheboh sekarang.

Majelis ulama sendiri telah menyatakan ajaran yang di bawa eyang subur sesat namun sampai saat ini belum ada tindakan nyata hanya sekedar fatwa sesat.Menurut pengakuan para artis yang pernah datang ke tempat eyang subur ketika sampai di rumahnya di suruh mandi tengan malam serta di beri minuman berupa kopi pahit kopi dan kopi asin.Dan katanya juga ada artis yang di beri hadiah mobil ada pula yang merasa di rugikan karena merasa di tipu.

Ada pendukung ada juga yang kontra jika yang dukung  mulai dari kalangan artis pejabat hingga orang biasa dan yang kontra juga tak kalah banyak.Para pendukung selalu mengoar ngoarkan bahwa eyang itu tidak sesat orang baik selalu memberi uang.Dan yang kontra mengatkan dirugikan karena keluargnya ada yang di santet istrinya di ambil dan juga hartanya di rampas.

Hingga sekarang perang stetmen di televisi kian hari kian seru masing masing kelompok menyiapkan betul betul amunisi di setiap jumpa pers.Pokoknya kisah eyang subur seperti sebuah sinetron yang telah betul betul di setting secara sistematis.Dan yang paling seru di yaitu perang stetmen antara para pengacara eyang subur manta murid eyang subur yaitu eyang sigit dan yang baru saja muncul di permukaan media yaitu istri istrinya yang berjumlah tujuh.Sementara di pihak ada arya wiguna yang juga mantan murid eyang dia juga tak kalah heboh saat jumpa pers dan yang paling di kenal saat dia menggebrakan meja dan mengucapkan sumpah serapah karena saat itu dia dalam keadaan emosional.

Sumpah dengan nama tuhan yang di lakukan arya wiguna menurutku itu hal yang tidak patut di ucapkan karena dia berucap saat amarah memuncak.Sumpah atas nama tuhan bukan hal sepele dan bukan untuk main main karena akibatnya sangat fatal seharusnya dia bertobat atas ucapanya sebelum hal buruk terjadi.Tapi dia malah mengabaikan hal itu bukanya bertobat dia menikmati tindakanya sebab belum lama ini ada kabar tindakan arya itu di lirik musisi tuk di jadikan adegan dalam sebuah video klip lagu yang akan di luncurkan.Sungguh perbuatan yang sangat konyol dan semakin jauh dari nilai agama.

Kisah eyang subur entah sampai kapan akan berakhir hanya tindakan nyata dan berani agar kasus ini tidak berlarut larut karena yang di untungkan hanya beberapa pihak dan yang di rugikan sangat banyak sebab menyangkut akidah keislaman.


Read more »

5 Mei 2013

Pergi Ke Tanah Kelahiran

Pergi mengunjungi tanah kelahiran mempunyai kesan tersendiri karena bisa mengenang masa kecil yang indah dan penuh kenangan.Beberapa hari yang lalu saya pergi ke tanah kelahiran jaraknya tak jauh dari rumah kira kira hanya 3km.

Setelah sampai dan minginjakan kaki di sana seperti waktu bergerak mundur jauh ke belakang menuju saat di mana masa kanank kanak dan menghabiskan waktu di sini.Suasana memang sudah berubah total tak seperti dulu banyak bangunan baru.Tapi ada satu yang tak berubah dari dulu sampai sekarang yaitu keramah tamahan para tetangga layaknya seperti saudara,turun dari motor langsung orang yang ada menyambut saya dengan senyuman penuh kegembiraan seperti bertemu tamu dari jauh nan di sana.Bangunan mushola tak jauh dari rumah masih seperti yang dulu hanya sedikit yang berubah.

Ku merasakan rasa hening dan kedamainan di sini ku ingin masa itu terulang kembali dan hadir di masa kini tapi semua mustahil karena waktu tak akan kembali barang sedetik pun.Ku telusuri setiap sisi rumah dari halaman depan samping hingga belakang.Di belakang terdengar percikan air dari sungai yang mengalir,tak jauh dari tempat ku berdiri , menambah semakin sejuk dan damai hati ini.

Saya dan keluarga memang telah lama meninggalkan tanah kelahiran jika tidak salah kami sekeluarga pindah tahun 1989 saat itu usia ku baru 5 tahun.Saat ini rumah tersebut di tempati kakek dari adik almarhum nenekku dan itu telah menjadi milik kakek,Beberapa bulan yang lalu baru saja di renovasi mendapat bantuan dari pemerintah dan yang mengerjakan warga sekitar secara gotong royong.Beberapa bulan setelah renovasi kakek meninggal karena usia yang lanjut dan sekarang yang menempati anaknya namun tak mesti anaknya tinggal di situ.Meskipun rumah telah di renovasi tapi tak menyurutkan tentang memory indah saat masih tinggal di situ

Saya akui warga sekitar mempunyai rasa empati yang tinggi terhadap sesama saling membantu dan saling mengingatkan.Inilah cermin masarakat indonesia yang sebenarnya jauh dari sifat individu yang hanya mementingan diri sendiri saling menjaga dalam ikatan persaudaraan tanpa mengenal apa dan siapa.

Read more »

16 Desember 2012

Sahat Itu Dari Diri Sendiri

Suatu siang seorang ibu bercerita tentang suaminya,sudah beberapa bulan ini sang suami hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur karena sakit.Menurutnya sakitnya macam macam mulai dari sakit liver,ginjal,asma dan jantung,sepertinya setiap organ dalam sudah terjangkit karena komplikasi penyakit yang di derita..

Sebelum penyakit datang menghinggapi sang suami adalah seorang perokok berat setiap hari asap rokok selalu mengebul dari mulutnya dan rokoknya itu lintingan alias rokok yang di buat sendiri menggunakan tembakau yang di beli eceran.Rokok lintingan itu baunya lebih tajam dan menyengat dari pada rokok buatan pabrik biasanya yang khas dari rokok lintingan adalah bau kemenyan yang menyengat.Di tambah lagi suami sang ibu tersebut adalah peminum kopi setiap hari lebih dari satu gelas kopi di habiskan dan yang lebih parah lagi jarang minum air putih.

Sebenarnya sudah pernah di rawat di rumah sakit namun ketiadaan biaya membuat sang ibu hanya bisa merawat di rumah saja,maklum saja hanya bekerja sebagai seorang buruh untuk makan saja susah apalagi untuk berobat di rumah sakit dengan biaya yang mahal.Tiap hari anggota keluarga bergantian menjaganya dan tak ingin meninggalkan sendiri karena takut terjadi sesuatu yang tak di inginkan.Sungguh kasihan ibu itu harus bekerja sendiri di tengah suaminya yang hanya terbaring di tempat tidur,seandainya suaminya bisa menjaga kesehatanya mungkin tak akan terjadi seperti ini.Namun nasi telah menjadi bubur semua tak perlu di sesali yang ada hanya di jalini penuh iklas dan rasa  syukuri karena di balik semua kejadian akan ada hikmah di dalamnya bukan hanya bagi yang sakit semata tapi bagi yang sehat agar selalu menjaga kesehatan.

Sehat memang mahal harganya namun sakit itu lebih mahal jadi jagalah masa sehat sebaik baiknya.Kesehatan diri kita hanya kita lah yang bisa menjaga tak perlu kita merasakan bila ingin berpengalaman tak perlu sakit dulu untuk bisa tahu pentingnya menjaga kesehatan diri.Kesehatan adalah kebutuhan vital manusia tanpa sehat kita tak bisa berbuat apa apa.

Semoga kisah di atas menggugah kita untuk terus menjaga kesehatan dan semoga suami dari ibu itu cepat mendapat kesembuhan agar kembali menjalani kehidupan ini seperti sediakala.Amien.


Read more »

21 November 2012

Hanya Setengah Halaman

Ketika hujan seperti sekarang ini baiknya kembali mundur ke belakang sejenak mengingat masa lalu yang indah untuk di ceritakan.Saat tes dulu kalau tak salah sekarang namanya ujian semester  pada mata pelajaran bahasa indonesia pasti soal terakhir adalah mengarang.Entah kenapa aku tak suka mungkin imajinasi kurang pada saat itu.Saat menulis seperti tak punya ide bagaimana harus memulai dulu demi untuk memperoleh nilai maka mau tak mau harus di kerjakan meskipun tak satu halaman penuh hanya setengah halaman saja.Dari pada tak di kerjakan tidak mendapat nilai maka setengah halaman di rasa cukup karena itu pun susah payah merangkai kata mencari ide untuk di tuangkan dalam sebuah tulisan.

Kita kadang kekurangan ide untuk menulis itu bukan saja di alami penulis amatir seperti saya bahkan penulis profesional pun kadang pernah mengalaminya.Krisis ide itu bisa terjadi oleh siapa saja namun bisa di atasi dengan berbagai cara di antaranya banyak membaca dengan banyak membaca akan menambah wawasan dan kosakata untuk di jadikan bahan rujukan tulisan,pergi ke suatu tempat yang belum pernah di kunjungi itu akan memunculkan sebuah ide yang layak untuk di tulis.Saat memulai menulis jangan memikirkan dahulu bahasa yang baik dan benar tapi tuangkan dulu apa yang ada dalam pikiran setelah itu baru memperbaiki ejaan dan bahasa yang baik serta layak untuk di publikasikan

Di zaman modern sekarang sangat mudah mendapatkan bahan untuk menulis karena media semacam tv koran dan internet mudah sekali di jumpai.Jejaring sosial seperti facebook dan twiter pun bisa di jadikan sarana memacu kreatifitas menulis.Tanpa di sadari ketika menulis update status di facebook dan twiter sesungguhnya kita telah memunculkan ide dalam sebuah tulisan.Sosial media telah mendorong banyak orang untuk selalu menulis menuangkan apa yang ada dalam pikiran selanjutnya di tuangkan dalam sebuah tulisan.

Menulis banyak manfaatnya di antaranya bisa untuk menghilangkan stress,memperoleh kesenangan,menambah percaya diri,menambah daya ingat agar tetap tajam,dapat mengolah daya kreasi dan imajinasi serta menggali ide ide unik dalam diri yang percuma bila di pendam begitu saja.Dengan menulis kita bisa mengenal diri kita sendiri dan lebih tahu kelebihan dan kekurangan.Ada juga orang menulis untuk memperoleh kehidupan lebih baik banyak para penulis ternama bermula dari sekedar iseng kini kehidupanya berlimpah materi dan kekayaan dari hasil karya sebuah tulisan.

Dengan adanya blog kini bisa menuangkan ide ide kecil yang mengkin bermanfaat bagi yang membacanya dan tak menyangka dulu hal yang terasa sulit bagi ku kini terasa sedikit lebih mudah.Hanya setengah halaman saat mengarang kini sudah bisa satu halaman penuh di page blog.Semoga jika ujian mengarang saat ini masih ada,anak anak sudah semakin kreatif menggali ide ide yang muncul karena melimpahnya sarana pendidikan dan tak ada lagi hanya setengah halaman.

Selamat malam semoga bermanfaat dan tetap menulis untuk kehidupan lebih baik




Read more »

19 November 2012

Hanya Bisa Menangis

Seminggu yang lalu saya membeli buah saat itu siang hari dan udara terasa panas serta jalan menuju ke sana ramai di padati kendaraan yang melintas.Setelah sampai baru saja aku mau menstandar motor aku merasa sedikit bingung karena sang penjual sudah menyapa dengan ramah seakan di telah mengenal ku dengan akrab untuk memastikan apakah sapaan itu di tujukan pada diri ku maka aku menoleh ke kanan dan kiri siapa tahu ada orang di belakang ehh,,ternyata tidak berarti itu di tunjukan kepada ku.

Kemudian aku turun dari motor dan membeli buah yang di maksud,obrolan ku dengan sang penjual berlanjut saat aku tanya tempat tinggalnya dia kemudian menujuk sebuah arah dan arah tersebut mengingatkan aku dengan seorang teman sekolah dulu bernama wanto (bukan nama sebenarnya) yang katanya meninggal karena kecelakaan motor.Wanto katanya meninggal dunia karena kecelakaan tanya ku kepada sang penjual,sambil memilihkan buah yang ku pesan dia menjelaskan dengan detail kronologis kecalakaan yang menimpa wanto.

Katanya wanto meninggal karena jatuh dari motor yang di kendarai saat jatuh helm terlepas dan kepala membentur aspal saat kejadian tak ada darah yang keluar dan motor yang di kendarai tak ada kerusakan yang berarti hanya sedikit lecet di body.Kemudian wanto di bawa kerumah sakit untuk di beri perawatan medis biaya di tanggung perusahan tempat dia bekerja namun hanya sepuluh hari saja setelah itu biaya di tanggung sendiri.

Selama sepuluh hari di rumah sakit kondisi wanto tak ada perubahan dia mengalami koma tak bisa apa apa hanya terbaring di tempat tidur bangsal rumah sakit.Karena tak ada biaya rumah sakit yang mahal maka keluarga memutuskan membawa wanto pulang ke kampung halaman dalam keadan koma.Masih menurut penjual buah meski dalam keadaan koma wanto masih bisa tahu siapa saja yang menjengungnya jika dia di ajak ngobrol hanya bisa meneteskan air mata.Terharu dan sedih ku mendengarnya kisah menyedihkan yang di alami.

Empat hari berada di rumah tuhan akhirnya memanggil wanto untuk di hidup di alam keabadian bersama para pendahulunya yang telah lama berada di sana.Dia meninggalkan dunia ini dengan rasa penuh kesedihan yang mendalam bagi keluarga teman kerabat dan semua yang mencintanya.Semoga tuhan menempatkan mu di tempat yang layak sahabatku dan keluarga selalu iklas melepaskan kepergian mu.

Kematian bisa datang kapan saja dan di mana saja tanpa pandang tempat dan waktu tak ada satu mahluk pun yang tahu kapan ajal mau menjemput karena itu adalah rahasia sang pencipta yang telah di gariskan dalam sebuah takdir,tak bisa di majukan atau di mundurkan barang sedetik pun.Kita hanya bisa mempersipakan diri setiap hari untuk menyambut waktu yang telah di tentukan.Hanya amal ibadah dan kebaikan yang akan menjadi teman sejati saat malaikat maut memisahkan roh dengan jasad.

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi di sekitar kita,Selamat malam semoga bermanfaat.


Read more »

4 November 2012

Inilah Contoh Pasangan Sejati Setia Selamanya

Setiap pasangan yang telah menjalani kehidupan rumah tangga pastilah menginginkan hubungan akan abadi sampai kakek nenek,namun seiring waktu yang berjalanan ada saja duri dalam kehidupan yang membuat hubungan retak.Ada yang bertahan ada pula yang putus di tengah jalan.Jika anda ingin hubungan antara pasangan berjalan awet bertahan selamanya sampai kakek nenek simaklah kisah sepasang suami istri asal india ini dari sumber viva.co.id

Dipertemukan melalui perjodohan, Karam Chand, 107 tahun dan istrinya Katari, 100 tahun membuktikan bahwa usia pernikahan bisa sangat menakjubkan. Menikah selama 87 tahun, suami istri yang kini menetap di Bradford Inggris tersebut memiliki delapan anak dan 28 cucu. Keduanya pun memecahkan rekor dunia pernikahan paling awet.

Kunci keberhasilannya adalah saling menjaga satu sama lain dengan semua cara yang memungkinkan. "Trik saya adalah membuat Katari tertawa. Saya sering menceritakan lelucon, lucu adalah cara saya agar romantis," kata Karam.

"Tertawa membuat Anda hidup lebih lama. Istri saya masih ada hingga sekarang, berarti itu berhasil. Saya sangat mencintainya dan ingin menghabiskan 80 tahun lain di sisinya," kata ia menambahkan.

Dari makanan romantis hingga berbagi lelucon, pasangan dari Punjab, India ini memastikan mereka melakukan hal-hal kecil untuk menjaga romantisme hubungan.

Kepada Zoosk, situs jejaring romantis di Inggris Katari membuka resep kelanggengan hubungannya dengan sang suami. "Sejak muda, saya selalu membuatkannya makanan segar setiap malam. Kami adalah vegetarian, sehingga saya membuat makanan segar dan memastikannya makan makanan sehat."

Katari menambahkan, "kesehatan sangat penting dan saya ingin merawatnya sehingga kami bisa menua bersama-sama. Dan itu sepertinya berhasil."

Karam, yang suka menemukan kata baru setiap hari agar pikiran terjaga percaya meluangkan waktu bersama membantu pernikahan lebih erat. "Kami belum pernah terpisahkan lebih dari 50 tahun. Kami selalu pergi bersama-sama. Baru-baru ini kami mengunjungi pernikahan keluarga kami di India dan memastikan kami tetap bersama."

Pernikahan keduanya lebih lama lima tahun dibandingkan pemegang rekor sebelumnya. Pasangan ini sedang dalam proses menunggu konfirmasi sebagai pemegang rekor terbaru.

Karam punya nasehat bagi mereka yang ingin pernikahan awet. "Dulu orang mau mendengar. Sekarang saya pikir banyak orang yang tak meluangkan waktu untuk saling mendengar satu sama lain. Mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan, televisi dan hal lain di sekitar mereka."

"Hubungan adalah tentang memahami satu sama lain dan mendengarkan keprihatinan dan masalah. Mendengarkan menunjukkan perhatian dan membantu masalah atau kekhawatiran yang dialami pasangan," katanya

Salah seorang anak mereka, Satpaul, yang sangat bangga dengan orangtuanya. Dia mengatakan kedua orangtuanya sangat dekat dengan anak-anak mereka. "Saya tidak ingin melihat akhir kisah cinta mereka. Saya percaya, membantu mereka selama beberapa tahun terakhir memungkinkan mereka menikmati waktu bersama tanpa stres."
Pasangan ini akan merayakan ulang tahun mereka yang ke 107 dan 100 tahun pada November ini.
(viva.co.id)

Kunci dari hubungan awet mereka adalah saling mendengar karena dengan mendengar kita bisa memahami dan mengerti apa yang di inginkan dan yang tidak di inginkan dari pasangan.Semoga kisah ini bermanfaat dan mengispirasi kita semua.

Read more »

26 Juni 2012

Kisah Dalam Foto

Salah satu saksi dari sebuah peristiwa adalah foto dengan melihat foto kita bisa terbawa suasana pada saat gambar di ambil.Bila zaman dulu jika orang ingin mengabadikan momen berharga harus mengundang tukang foto atau pinjam kamera milik tetangga yang punya,maklum saja teknologi dulu masih sangat terbatas tak seperti sekarang ini.Harga sebuah camera foto juga mahal belum lagi kalau mau mencetaknya harus pergi ke pencetakan foto.Dulu di foto rasanya senang sekali terasa eksklusif di tempat nikahan atau acara besar baru nampang di depan lensa dan lampu flash.Tapi semua itu dulu kalau sekarang ditengah teknologi yang semakin canggih tak perlu nunggu hajatan orang bila ingin narsis di depan karena telah banyak ponsel yang di lengkapi camera dari harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Semakin mudahnya menabadikan gambar membawa dampak positif dan negatif positifnya bisa kapan saja mengabadikan momen berharga negatif nya di gunakan untuk memotret hal hal yang seharusnya tak boleh di jepret karena sifatnya sangat pribadi bila di lakukan maka akan merugikan diri sendiri.Saya juga mempunyai foto foto menarik dan menyimpan kenangan tersendiri berikut sebagian foto tersebut: Bila Ingat gambar pecel jadi ingat pantai bocor jika kesana tanpa menyantap pecel rasanya kurang afdhol makan bersama tempe mendoan hangat plus melihat pemandangan pantai yang indah di tambah semilirnya angin menambah selera kala menyantap apalagi kala perut lapar 100% sempurna.



  Kemacetan bukan monopoli kota jakarta tapi luar kota jakarta yang jaraknya puluhan kilometer foto tersebut saya ambil ketika akan pergi ke kota tegal.Jalur utama yang menghubungkan antara purwokerto-tegal di ciregol mengalami longsor makanya di alihkan ke jalur altenatif kutamandela jalannya seperti jalur offroad maklum saja itu jalan desa jadi belum di aspal masih tanah banyak lubang besar dan dalam makanya apa bila mobil lewat situ harus pakai pemandu agar tak terguling karena lobang yang besar menganga.Foto di atas di ambil di kutamandela kabupaten brebes.Setiap kendaraan yang ingin melewati jalur alternatif harus antri satu persatu dan di dampingi pemandu dari orang sekitar agar kendaraan aman dan tak tergulung.


pasar teryata bagus juga saat di jepret camera gambar tersebut saya ambil ketika jalan jalan di pasar temenggungan kebumen yang sekarang sudah di bongkar dan akan di bangun kembali menjadi lebih bagus menurut kabar yang beredar akan di buat lantai dua pembangunan memakan waktu kurang lebih delapan bulan.Untuk sementara pasar di pindahkan ke stadion candradimuka tak jauh dari lokasi.










Persahabatan terasa indah saat berkumpul bersama foto ini di ambil saat berada di pantai bocor ramai ramai pergi kesana dengan mengayuh sepeda meski terasa capai karena harus mengontel tapi rasa lelah itu terbayar lunas oleh indahnya kebersamaan.






Saat itu tak sengaja ku lihat mushola tampak indah dari kejauhan tak ingin kesempatan langka ini hilang ku coba menjepret mengunakan camera ponsel ternyata hasilnya tak mengecewakan begitu indah dan natural.








Erupsi gunung merapi beberapa tahun lalu juga sampai ke tempat saya tinggal aspal jalan di tutupi debu merapi hingga berwarna putih 
Itulah foto dalam kehidupan saya menghiasi ingatan dan menjadi prosa tanpa tulisan yang dapat di ceritakan kembali hanya dengan melihatnya saja. bagaimana foto dalam kehidupan anda,,?

Read more »

25 Juni 2012

Pantangan Membuat Makin Bertahan

Sudah beberapa tahun ini ibu ku menghindari banyak makanan mulai semua jenis daging makanan yang asin ikan jengkol petai dan tak boleh minum kopi.Semua itu di lakukan karena ibu menderita penyakit darah tinggi .Menurut dokter yang pernah merawat kala ibu ku di rumah sakit ibu ku menderita penyakit vertigo gak tau apa darah tinggi dan vertigo itu sama.Dua bulan yang lalu ibu periksa di dokter katanya juga menderita asam urat,banyak sekali penyakit di derita semoga Allah selalu memberikan kekuatan pada beliau.

Waktu masih sehat dulu ibu sering minum kopi lebih dari segelas dalam sehari di minum dan waktu masih mudah sering mengkonsumsi telur mentah untuk menjaga kesehatan agar tidak cepat lelah dalam mencari nafkah untuk anak anak nya.itu mungkin yang menjadi sebab ibu terserang penyakit darah tinggi.Aku salut sama beliau karena selama ini tak pernah melanggar pantangan paling bila tak sengaja memakan makanan yang terlalu asin langsung kepala terasa pusing dan berkunang kunang.

Bila penyakit ibu kambuh aku bingungnya sekali maklum saja aku bukan dokter jadi bila tiba tiba kambuh langsung panggil dokter yang biasa .Aku tak ingin ibu kembali di rawat di rumah sakit seperti dulu waktu itu di rawat selama kurang lebih 15 hari aku menjaga dan menemani di bangsal rumah sakit.

Pantangan memang terasa tak enak dan menyiksa tapi dengan menaati pantangan tersebut kita akan tetap bertahan.Semoga Allah selalu menjaga dan melindungi ibu agar tetap bertahan menemani ku dan keluarga,Amien.

Read more »

19 Maret 2012

Welcome Again Blogger

Setelah sekian lama tak memposting di blogger kini saya coba kembali lagi menulis kembali di blog milik raksasa internet google.Sekarang dengan tampilan baru yang saya sesuakan dengan blog saya di wordpress agar terlihat serasi.

Saya googling mencari tema yang pas sesuai dengan keinginan saya yang simple mudah di buka dan enak di baca serta menarik di lihat dan tak menyulitkan pengunjung dalam mencari tulisan,sudah beberapa kali ganti tapi tak ada yang pas hingga saya menemukan yang sesuai dengan keinginan dan yang menarik temanya sama persis sesuai dengan blog saya di wordpress .Alasanya agar merasa sama memposting tulisan di wordpress atau blogger.

Alhamdulilah  saya sudah bisa membeli computer  dengan tabungan sendiri dan merasa sangat senang karena bisa posting blog di rumah dengan nyaman.Memang dari sejak awal membuat blog sudah terpikirkan untuk memiliki pc sendiri tapi pada saat itu waktu dan kesempatan belum ada jadi harus menunggu dengan sabar dengan menabung sedikit demi sedikit.

Selama menabung ada saja keinginan untuk membeli yang lain seperti ingin beli hape baru tablet pc android yang lagi jadi tren saat ini tapi keingian tersebut segera ku tepis dengan motivasi diri bahwa pc lebih banyak keunggulan dari pada hape dan pc android dalam hal untuk membuat blog lagian harga hape dan tablet android tak jauh beda dengan computer desktop.

Mungkin cerita saya bisa menginspirasi anda bahwa kesabaran dalam menggapai keinginan di perlukan agar keinginan tersebut dapat terlaksanan.Meskipun harus menunggu oleh waktu yang tak bisa di tentukan tapi bila sebuah keinginan tercapai maka hati kan merasa puas dan menjadi kebanggan diri.

Kiranya itu saja pengalaman saya saat ini lain waktu akan di lanjutkan pada postingan berikutnya.

Read more »

15 Juni 2011

Aneh,,,,!!! Melapor Kecurangan Berbuntut Pengusiran


SURABAYA, KOMPAS.com - Siami tak pernah membayangkan niat tulus mengajarkan kejujuran kepada anaknya malah menuai petaka. Warga Jl Gadel Sari Barat, Kecamatan Tandes, Surabaya itu diusir ratusan warga setelah ia melaporkan guru SDN Gadel 2 yang memaksa anaknya, Al, memberikan contekan kepada teman-temannya saat ujian nasional pada 10-12 Mei 2011 lalu. Bertindak jujur malah ajur!
Teriakan “Usir, usir…tak punya hati nurani” terus menggema di Balai RW 02 Kelurahan Gadel, Kecamatan Tandes, Surabaya, Kamis (9/6/2011) siang. Ratusan orang menuntut Ny Siami meninggalkan kampung. Sementara wanita berkerudung biru di depan kerumunan warga itu hanya bisa menangis pilu. Suara permintaan maaf Siami yang diucapkan dengan bantuan pengeras suara nyaris tak terdengar di tengah gemuruh suara massa yang melontarkan hujatan dan caci maki.
Keluarga Siami dituding telah mencemarkan nama baik sekolah dan kampung. Setidaknya empat kali, warga menggelar aksi unjuk rasa, menghujat tindakan Siami. Puncaknya terjadi pada Kamis siang kemarin. Lebih dari 100 warga Kampung Gadel Sari dan wali murid SDN Gadel 2 meminta keluarga penjahit itu enyah dari kampungnya.
Padahal, agenda pertemuan tersebut sebenarnya mediasi antara warga dan wali murid dengan Siami. Namun, rembukan yang difasilitasi Muspika (Musyarah Pimpinan Kecamatan Tandes) itu malah berbuah pengusiran. Mediasi itu sendiri digelar untuk menuruti tuntutan warga agar keluarga Siami minta maaf di hadapan warga dan wali murid.
Siami dituding sok pahlawan setelah melaporkan wali kelas anaknya, yang diduga merancang kerjasama contek-mencontek dengan menggunakan anaknya sebagai sumber contekan.
Sebelumnya, Siami mengatakan, dirinya baru mengetahui kasus itu pada 16 Mei lalu atau empat hari setelah UN selesai. Itu pun karena diberi tahu wali murid lainnya, yang mendapat informasi dari anak-anak mereka bahwa Al, anaknya, diplot memberikan contekan. Al sendiri sebelumnya tidak pernah menceritakan ‘taktik kotor’ itu. Namun, akhirnya sambil menangis, Al, mengaku. Ia bercerita sejak tiga bulan sebelum UN sudah dipaksa gurunya agar mau memberi contekan kepada seluruh siswa kelas 6. Setelah Al akhirnya mau, oknum guru itu diduga menggelar simulasi tentang bagaimana caranya memberikan contekan.
Siami kemudian menemui kepala sekolah. Dalam pertemuan itu, kepala sekolah hanya menyampaikan permohonan maaf. Ini tidak memuaskan Siami. Dia penasaran, apakah skenario contek-mencontek itu memang didesain pihak sekolah, atau hanya dilakukan secara pribadi oleh guru kelas VI.
Setelah itu, dia mengadu pada Komite Sekolah, namun tidak mendapat respons memuaskan, sehingga akhirnya dia melaporkan masalah ini ke Dinas Pendidikan serta berbicara kepada media, sehingga kasus itu menjadi perhatian publik.
Dan perkembangan selanjutnya, warga dan wali murid malah menyalahkan Siami dan puncaknya adalah aksi pengusiran terhadap Siami pada Kamis kemarin. Situasi panas sebenarnya sudah terasa sehari menjelang pertemuan. Hari Rabu (8/6), warga sudah lebih dulu menggeruduk rumah Siami di Jl Gadel Sari Barat.
Demo itu mendesak Ny Siami meminta maaf secara terbuka. Namun, Siami berjanji menyampaikannya, Kamis.
Pertemuan juga dihadiri Ketua Tim Independen, Prof Daniel M Rosyid, Ketua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dindik Tandes, Dakah Wahyudi, Komite Sekolah, dan sejumlah anggota DPRD Kota Surabaya. Satu jam menjelang mediasi, sudah banyak massa terkonsentrasi di beberapa gang.
Pukul 09.00 WIB, tampak Ny Siami ditemani kakak dan suaminya, Widodo dan Saki Edi Purnomo mendatangi Balai RW. Mereka berjalan kaki karena jarak rumah dengan balai pertemuan ini sekitar 100 meter. Massa yang sudah menyemut di sekitar balai RW langsung menghujat keluarga Siami.
Mereka langsung mengepung keluarga ini. Beberapa polisi yang sebelumnya memang bersiaga langsung bertindak. Mereka melindungi keluarga ini untuk menuju ruang Balai RW. Warga kian menyemut dan terus memadati balai pertemuan. Ratusan warga terus merangsek. Salah satu ibu nekat menerobos. Namun, karena yang diizinkan masuk adalah perwakilan warga, perempuan ini harus digelandang keluar oleh petugas.
Mediasi diawali dengan mendengarkan pernyataan Kepala UPT Tandes, Dakah Wahyudi. Ia menyatakan bahwa seluruh kelas VI SDN Gadel 2 tidak akan kena sanksi mengulang UN. Ucapan Dakah sedikit membuat warga tenang. Namun, situasi kembali memanas. Apalagi Ny Siami tidak segera diberi kesempatan menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
Kemudian warga diminta kembali mendengarkan paparan yang disampaikan Prof Daniel Rosyid. Ketua tim independen pencari fakta bentukan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ini berusaha menyejukkan warga dengan menyebut dirinya asli Solo. Dikatakan bahwa Solo, Surabaya adalah juga Indonesia, sehingga setiap warga tidak berhak mengusir warga Indonesia.
Kemudian dia berusaha berdialog santai dengan warga. Ada salah satu warga menyeletuk. “Kalau kita dikatakan menyontek massal. Lantas, kenapa saat menyontek pengawas membiarkannya,” ucap salah satu ibu yang mendapat tepukan meriah warga lain.
Warga juga menyatakan bahwa menyontek sudah terjadi di mana-mana dan wajar dilakukan siswa agar bisa lulus. Mendengar hal ini, Daniel kemudian memperingatkan bahwa perbuatan menyontek adalah budaya buruk. Di masyarakat manapun, perbuatan curang dan tidak jujur ini tidak bisa ditoleransi.
”Menyontek adalah awal dari korupsi. Jika perbuatan curang ini sudah dianggap biasa, maka ini akan membuka perilaku yang lebih menghancurkan masyarakat. Tentu tidak ada yang mau demikian,” sindir Daniel.
Kemudian mediasi dilanjutkan dengan menghadirkan Kepala SDN Gadel 2, Sukatman. Akibat kasus contekan massal di sekolahnya, Sukatman dan dua guru kelas VI dicopot. Sukatman menyampaikan permintaan maaf kepada wali murid.
Namun wali murid menyambut dengan teriakan bahwa Sukatman tidak salah. Yang dianggap salah adalah keluarga Siami karena membesar-besarkan masalah. Warga pun kembali berteriak “usir… usir”. Namun warga mulai tenang karena Sukatman tempak menghampiri Ny Siami dan suaminya. Mantan Kasek ini langsung meraih tangan ibunda Al dan saling meminta maaf. Namun, setelah itu warga kembali riuh
Setelah Siami diberi kesempatan berbicara, keributan langsung pecah. Suara massa di luar balai RW terus membahana, menghujat keluarga Siami. Padahal saat itu, Siami sedang menyiapkan mental dengan berdiri di hadapan warga.
Meski sudah berusaha tegar, namun ibu dua anak ini mulai lemah. Dia tampak berdiri merunduk sementara kedua matanya sudah mengeluarkan air mata. “Saya minta maaf kepada semua warga…” ucap Siami yang tak sanggup lagi meneruskan kalimatnya.
Namun, sang suami terus membimbing, membuat perempuan ini kembali melanjutkan pernyataan maaf. Namun, suasana kian ricuh karena massa terus berteriak “usir”. Baik petugas polisi dan tokoh masyarakat berusaha menenangkan situasi. Baru kemudian kembali terdengar suara Siami.
Dengan tangan gemetar dan ketegaran yang dipaksakan, Siami kembali berucap, “Saya tidak menyangka permasalahan akan seperti ini. Saya hanya ingin kejujuran ada pada anak saya. Saya sebelumnya sudah berusaha menyelesaikan persoalan dengan baik-baik.”
Pernyataan tulus Siami tidak juga membuat massa tenang, sampai akhirnya polisi memutuskan untuk mengevakuasi Siami dan keluarganya. Siami diarahkan ke mobil polisi dengan pengamanan pagar betis. Namun massa tetap berusaha merangsek, ingin meraih tubuh Siami. Sejumlah warga bahkan sempat menarik-narik kerudung Siami hingga hampir terlepas. Siami akhirnya berhasil diamankan ke Mapolsek Tandes.
Baik Ny Siami dan suaminya enggan memberi komentar usai kericuhan. Namun, kakak kandung Siami, Saki, mengakui bahwa adiknya saat ini dalam tekanan yang luar biasa. “Dia tak tahan lagi dengan tekanan warga. Sampai tidak mau makan hari-hari ini. Nanti kami akan merasa tenang jika di Gresik,” kata Saki. Benjeng, Gresik adalah daerah asal Siami. Saat ini Al, anak Siami yang dipaksa memberi contekan, juga diungsikan ke Benjeng setelah rumahnya beberapa kali didemo warga.
Sementara itu, Ny Leni, perwakilan warga menyatakan bahwa pihaknya masih akan terus menuntut agar tiga guru yang dicopot tetap mengajar di SDN Gadel 2 dan menuntut Siami bertanggung jawab.
Budaya sakit
Prof Daniel M Rosyid yang juga Penasihat Dewan Pendidikan Jatim, menyesalkan tindakan warga Gadel yang berencana mengusir keluarga Siami, ibunda Al. “Tuntutan warga untuk mengusir keluarga Al tidak masuk akal. Itu tidak bisa dituruti,” katanya.
Daniel menilai tuntutan warga tersebut sudah tidak rasional. Perbuatan benar yang dilakukan ibu Al, Siami, dinilai warga justru malah salah. Tindakan menyontek rupanya sudah mengakar dan menjadi kebiasaan bahkan budaya di masyarakat. “Warga ternyata sakit,” katanya.
Lagi pula Kepala Sekolah Sukatman dan dua guru kelas VI, Fatkhur Rohman dan Prayitno, sudah legowo dan menerima keputusan sanksi yang diberikan. “Saya kira ini kalau dibiarkan masyarakat akan sakit terus. Orang jujur malah ajur, ini harus kita cegah,” papar Daniel.
Sebelumnya, hasil tim independen pimpinan Daniel Rosyid menyampaikan temuannya bahwa Al, anak Siami, memang diintimidasi guru sehingga mau memberikan contekan. Namun, tim tidak menemukan cukup bukti sehingga UN di SDN Gadel 2 perlu diulang. Alasannya tim independen tidak menemukan hasil jawaban UN yang sistemik sama, dan nilai UN pun hasilnya tidak sama. Al ternyata membuat contekan yang diplesetkan. Al tidak seluruhnya memberikan jawaban yang benar. Dan kawannya pun tidak sepenuhnya percaya dengan jawaban Al. Sehingga hasil ujian tidak sama.
Selain itu tim juga mempertimbangkan UN ulang akan memberatkan siswa dan wali murid. Sanksi yang direkomendasikan yakni sanksi administratif dari Pemkot Surabaya kepada guru yang melakukan intimidasi kepada Al.
Berdasarkan temuan tim independen ditambah pemeriksaan Inspektorat Pemkot Surabaya itulah, Wali Kota Tri Rismaharini akhirnya mencopot Kepala Sekolah SDN Gadel 2 Sukatman dan dua guru kelas VI Fatkhur Rohman dan Prayitno.



rendah.

Read more »

14 Juni 2011

Tony Blair Membaca Al-Quran Setiap Hari



INILAH.COM, London – Mantan Perdana Menteri (PM) Inggris mulanya enggan berbicara masalah agama. Namun setelah turun jabatan, ia menyatakan baru menganut Katolik. Kini, ia membaca Al Quran setiap hari.
Mulanya, Blair serta mantan Direktur Komunikasi dan Strategi pribadinya, Alastair Campbell, dikenal dengan ucapan khas mereka. “We don’t do God.” Sejak turun sebagai PM pada 2007, Blair perlahan berubah.
Beberapa bulan setelah turun, ia menyatakan pindah agama menjadi Katolik. Kini, ia menyatakan membaca kitab suci umat Islam, Al Quran, setiap hari. Menurut mantan pemimpin Partai Buruh ini, Al Quran membantunya melek iman.
“Melek iman amat penting di era globalisasi seperti ini. Saya membaca Al Quran setiap hari sebagai upaya untuk mengerti apa yang terjadi di dunia dan karena sifatnya yang instruktif,” ujar Blair dalam wawancara dengan majalah Observer.
Blair meyakini pengetahuannya mengenai Islam akan membantu perannya saat ini sebagai Duta Besar Timur Tengah untuk Kuartet PBB, AS, Uni Eropa (UE), dan Rusia. Ia ingin membantu menyelesaikan konflik menahun Palestina-Israel.
Tak hanya itu, Blair juga memuji Islam sebagai sebuah agama yang indah dan Nabi Muhammad ia katakan sebagai sosok yang kuat. Pada 2006, ia pernah menyatakan Al Quran sebagai kitab yang terus bereformasi, praktis, dan seakan dibuat mendahului zamannya.
Hubungan Blair dengan Islam ini bukanlah pertama kalinya. Tahun lalu, iparnya, Lauren Booth, memutuskan untuk menjadi mualaf setelah mendapatkan pengalaman spiritual di Iran. Booth memang telah lama mendekatkan dirinya pada komunitas Islam.
Mengetahui Blair yang disarankan agar tidak ‘bertuhan’ oleh Campbell saat menjabat sebagai PM, Booth sempat menyatakan harapan agar keputusannya menjadi Muslimah akan mengubah pandangan kakak iparnya itu. 

Read more »

1 Juni 2011

Mundur Selangkah Demi Orang Lain


Di sebuah jalan raya tinggal dua keluarga yaitu Li dan Chang. Bila kita melewati rumah keluarga Chang, sering terdengar suara ribut-ribut, jika bukan suara berkelahi, tentu suara orang memaki, menangis dan melempar barang.

Sedangkan di seberang jalan di rumah keluarga Li, sering terdengar orang berbicara dengan sopan, lemah lembut dan sering terdengar suara bercanda dan suara orang tertawa gembira.

Suatu hari Chang bertemu dengan Li, dengan heran dia bertanya kepada Li, “Sungguh heran, kenapa dirumah kalian sering terdengar suara tertawa gembira, tidak pernah terdengar suara pertengkaran? Bagaimana bisa begitu?”

Li berkata,"Setiap anggota keluarga kami selalu mengganggap dirinya bersalah, sedangkan setiap anggota keluarga kamu selalu mengganggap dirinya ada orang yang benar.”

“Kenapa bisa begitu, orang aneh, didunia ini mana ada orang yang mengatakan dirinya sendiri orang yang bersalah?”

Li melanjutkan perkataannya,”Pada suatu hari di tangga rumahmu ada sebuah gelas diletakkan di anak tangga, gelas itu diletakkan oleh Athe beberapa waktu yang lalu, ketika Achung melewati anak tangga tanpa sengaja menyenggol gelas tersebut sehingga pecah dan melukai kakinya, coba engkau terka apa yang dikatakannya?

Achung segera membuka mulutnya memaki, ”Athe, kenapa meletakkan gelas ini disini, lihat gara-gara kamu kaki saya terluka! Athe segera membalas, semua ini kesalahan kamu sendiri, jalan tidak memakai mata! Heeeh! pantas saja terluka! Kemudian apa yang terjadi… tentu saja mereka berdua berkelahi.”

“Semua inikan hal yang normal?” Chang dengan tidak mengerti menjawab.

“Tidak… jika orang dirumah saya menyenggol gelas itu, akan berkata, ”Aduh! Saya sungguh tidak berhati-hati, sudah menyenggol pecah gelas ini, celaka, bagaimana jika nanti terpijak oleh orang lain .. lalu orang yang meletakkan gelas datang meminta maaf, maaf! Maaf!, tadi saya akan membawa gelas ini ke lantai atas tetapi tiba-tiba ada telepon masuk … saya lupa membawanya… maaf!”

“Lihat dengan demikian, bukankah hasilnya lebih bagus?”

Chang sekarang langsung mengerti maksud Li.

Setiap manusia ketika bergaul dengan orang lain dapat mengalah selangkah, bersikap sopan, penuh toleransi dengan orang lain, maka akan seperti keluarga Li ini.

Setiap orang tidak mengeluarkan kata-kata yang memaki, menggantikan memaki dengan meminta maaf, mengubah sifat marah menjadi penuh perhatian, bukankah dengan demikian semuanya akan berjalan dengan baik?.

Ttidak saja bisa merubah sebuah pertengkaran yang tidak seharusnya terjadi, membuat lebih banyak dosa dengan memaki, malah bisa mempererat hubungan satu sama lain.

Li berkata bahwa semua anggota keluarganya berpikir untuk mencari kesalahan kepada diri sendiri saat menemui konflik.

Apabila di dunia ini semua orang menganggap dirinya selalu benar, begitu menemui masalah menyalahkan keluar, mereka tidak dapat mengintropeksi diri sendiri terhadap kejadian yang terjadi dilingkungannya, sebaliknya, jika selalu mengganggap diri sendiri orang bersalah, selalu karena tidak berhati-hati membuat kesalahan, supaya tidak menyusahkan orang lain, dia akan senantiasa menjaga sikapnya, akan selalu intropeksi diri, bukankah demikian?

Semoga Anda juga selalu memperhatikan orang disekitar Anda, membuat masalah besar menjadi masalah kecil, masalah kecil menjadi sirna. Mundur selangkah demi orang lain, Anda akan menyadari hubungan antara manusia sebenarnya tidak serumit yang Anda bayangkan. (Erabaru/hui)

Read more »

28 Mei 2011

Kemiskinan Itu Ujian Allah!

Punya pendidikan tinggi merupakan impian tiap orang. Tapi, bagaimana jika kemiskinan terus menghadang. Jangankan untuk biaya kuliah, buat makan saja susah.

Berikut ini penelusuran dan wawancara Eramuslim dengan seorang pemulung yang kini bisa terus kuliah di jurusan akuntansi di Pamulang, Tangerang. Mahasiswi berjilbab itu bernama Ming Ming Sari Nuryanti.

Sudah berapa lama Ming Ming jadi pemulung?

Sejak tahun 2004. Waktu itu mau masuk SMU. Karena penghasilan ayah semakin tidak menentu, kami sekeluarga menjadi pemulung.

Sekeluarga?

Iya. Setiap hari, saya, ayah, ibu, dan lima adik saya berjalan selama 3 sampai 4 jam mencari gelas mineral, botol mineral bekas, dan kardus. Kecuali adik yang baru kelas 2 SD yang tidak ikut.

***

Tempat tinggal Ming Ming berada di perbatasan antara Bogor dan Tangerang. Tepatnya di daerah Rumpin. Dari Serpong kurang lebih berjarak 40 kilometer. Kawasan itu terkenal dengan tempat penggalian pasir, batu kali, dan bahan bangunan lain. Tidak heran jika sepanjang jalan itu kerap dipadati truk dan suasana jalan yang penuh debu. Di sepanjang jalan itulah keluarga pemulung ini memunguti gelas dan botol mineral bekas dengan menggunakan karung.

Tiap hari, mereka berangkat sekitar jam 2 siang. Pilihan jam itu diambil karena Ming Ming dan adik-adik sudah pulang dari sekolah. Selain itu, bertepatan dengan jam berangkat sang ayah menuju tempat kerja di kawasan Ancol.

Setelah berjalan selama satu setengah sampai dua jam, sang ayah pun naik angkot menuju tempat kerja. Kemudian, ibu dan enam anak itu pun kembali menuju rumah. Sepanjang jalan pergi pulang itulah, mereka memunguti gelas dan botol mineral bekas.

Berapa banyak hasil yang bisa dipungut?

Nggak tentu. Kadang-kadang dapat 3 kilo. Kadang-kadang, nggak nyampe sekilo. Kalau cuaca hujan bisa lebih parah. Tapi, rata-rata per hari sekitar 2 kiloan.

Kalau dirupiahkan?

Sekilo harganya 5 ribu. Jadi, per hari kami dapat sekitar 10 ribu rupiah.

Apa segitu cukup buat 9 orang per hari?

Ya dicukup-cukupin. Alhamdulillah, kan ada tambahan dari penghasilan ayah. Walau tidak menentu, tapi lumayan buat keperluan hidup.

***

Ming Ming menjelaskan bahwa uang yang mereka dapatkan per hari diprioritaskan buat makan adik-adik dan biaya sekolah mereka. Sementara Ming Ming sendiri sudah terbiasa hanya makan sekali sehari. Terutama di malam hari.

Selain itu, mereka tidak dibingungkan dengan persoalan kontrak rumah. Karena selama ini mereka tinggal di lahan yang pemiliknya masih teman ayah Ming Ming. Di tempat itulah, mereka mendirikan gubuk sederhana yang terbuat dari barang-barang bekas yang ada di sekitar.

Berapa hari sekali, pengepul datang ke rumah Ming Ming untuk menimbang dan membayar hasil pungutan mereka.

Kalau lagi beruntung, mereka bisa dapat gelas dan botol air mineral bekas di tempat pesta pernikahan atau sunatan. Sayangnya, mereka harus menunggu acara selesai. Menunggu acara pesta itu biasanya antara jam 9 malam sampai jam 2 pagi. Selama 5 jam itu, Ming Ming sebagai anak sulung, ibu dan dua adiknya berkantuk-kantuk di tengah keramaian dan hiruk pikuk pesta.

Kalau di hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, keluarga pemulung ini juga punya kebiasaan yang berbeda dengan keluarga lain. Mereka tidak berkeliling kampung, berwisata, dan silaturahim ke handai taulan. Mereka justru memperpanjang rute memulung, karena biasanya di hari raya itu, barang-barang yang mereka cari tersedia lebih banyak dari hari-hari biasa.

Ming Ming tidak malu jadi pemulung?

Awalnya berat sekali. Apalagi jalan yang kami lalui biasa dilalui teman-teman sekolah saya di SMU N 1 Rumpin. Tapi, karena tekad untuk bisa membiayai sekolah dan cinta saya dengan adik-adik, saya jadi biasa. Nggak malu lagi.

Dari mana Ming Ming belajar Islam?

Sejak di SMU. Waktu itu, saya ikut rohis. Di rohis itulah, saya belajar Islam lewat mentoring seminggu sekali yang diadakan sekolah.

Ketika masuk kuliah, saya ikut rohis. Alhamdulillah, di situlah saya bisa terus belajar Islam.

Orang tua tidak masalah kalau Ming Ming memakai busana muslimah?

Alhamdulillah, nggak. Mereka welcome saja. Bahkan sekarang, lima adik perempuan saya juga sudah pakai jilbab.

***

Walau sudah mengenakan busana muslimah dengan jilbab yang lumayan panjang, Ming Ming dan adik-adik tidak merasa risih untuk tetap menjadi pemulung. Mereka biasa membawa karung, memunguti gelas dan botol air mineral bekas, juga kardus. Bahkan, Ming Ming pun sudah terbiasa menumpang truk. Walaupun, ia harus naik di belakang.

Ming Ming kuliah di mana?

Di Universitas Pamulang, Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi S1.

Maaf, apa cukup pendapatan Ming Ming untuk biaya kuliah?

Jelas nggak. Tapi, buat saya, kemiskinan itu ujian dari Allah supaya kita bisa sabar dan istiqamah. Dengan tekad itu, saya yakin bisa terus kuliah.

Walaupun, di semester pertama, saya nyaris keluar. Karena nggak punya uang buat biaya satu semester yang jumlahnya satu juta lebih. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah semuanya bisa terbayar.

***

Di awal-awal kuliah, muslimah kelahiran tahun 90 ini memang benar-benar melakukan hal yang bisa dianggap impossible. Tanpa uang memadai, ia bertekad kuat bisa masuk kuliah.

Ketika berangkat kuliah, sang ibu hanya memberikan ongkos ke Ming Ming secukupnya. Artinya, cuma ala kadarnya. Setelah dihitung-hitung, ongkos hanya cukup untuk pergi saja. Itu pun ada satu angkot yang tidak masuk hitungan alias harus jalan kaki. Sementara pulang, ia harus memutar otak supaya bisa sampai ke rumah. Dan itu ia lakukan setiap hari.

Sebagai gambaran, jarak antara kampus dan rumah harus ditempuh Ming Ming dengan naik empat kali angkot. Setiap angkot rata-rata menarik tarif untuk jarak yang ditempuh Ming Ming sekitar 3 ribu rupiah. Kecuali satu angkot di antara empat angkot itu yang menarik tarif 5 ribu rupiah. Karena jarak tempuhnya memang maksimal. Jadi, yang mesti disiapkan Ming Ming untuk sekali naik sekitar 14 ribu rupiah.

Di antara trik Ming Ming adalah ia pulang dari kuliah dengan berjalan kaki sejauh yang ia kuat. Sambil berjalan pulang itulah, Ming Ming mengeluarkan karung yang sudah ia siapkan. Sepanjang jalan dari Pamulang menuju Serpong, ia melepas status kemahasiswaannya dan kembali menjadi pemulung.

Jadi, jangankan kebayang untuk jajan, makan siang, dan nongkrong seperti mahasiswa kebanyakan; bisa sampai ke rumah saja bingungnya bukan main.

Sekarang apa Ming Ming masih pulang pergi dari kampus ke rumah dan menjadi pemulung sepulang kuliah?

Saat ini, alhamdulillah, saya dan teman-teman UKM Muslim (Unit Kegiatan Mahasiswa Muslim) sudah membuat unit bisnis. Di antaranya, toko muslim. Dan saya dipercayakan teman-teman sebagai penjaga toko.

Seminggu sekali saya baru pulang. Kalau dihitung-hitung, penghasilannya hampir sama.

Jadi Ming Ming tidak jadi pemulung lagi?

Tetap jadi pemulung. Kalau saya pulang ke rumah, saya tetap memanfaatkan perjalanan pulang dengan mencari barang bekas. Bahkan, saya ingin sekali mengembangkan bisnis pemulung keluarga menjadi tingkatan yang lebih tinggi. Yaitu, menjadi bisnis daur ulang. Dan ini memang butuh modal lumayan besar.

Cita-cita Ming Ming?

Saya ingin menjadi da'i di jalan Allah. Dalam artian, dakwah yang lebih luas. Bukan hanya ngisi ceramah, tapi ingin mengembangkan potensi yang saya punya untuk berjuang di jalan Allah. (MN)
sumber:eramuslim

Read more »

27 Mei 2011

Legenda Ban Pin San


Bila Anda naik kereta api, ketika memasuki kota Kaohsiung di selatan Taiwan, Anda akan melihat gunung yang bernama "Ban Pin Shan." Gunung ini tampak persis seperti namanya, yaitu tersisa setengah.

Bentuknya seperti gunung biasa, tetapi dengan sisi yang hilang sebagian, seakan-akan setengah dari bukit tersebut telah dipotong dengan sebilah pedang. Anda mungkin penasaran dengan bagian yang hilang, tapi jangan khawatir, ada sebuah legenda yang menjelaskan asal-usulnya.

Konon dahulu kala, ketika Ban Pin Shan masih utuh, ada sebuah desa kecil di kaki gunung. Suatu hari, seorang kakek tua penjual kue datang ke desa itu. Rambut dan janggutnya berwarna putih, pakaian yang dikenakannnya sangat tua dan usang. Tangan kakek tua menggenggam sebuah wadah besar, penuh dengan bakpau hangat yang berbau nikmat. Bakpau-bakpau ini terlihat sangat lezat untuk disantap.

Namun, semua orang desa berpikir orang tua ini sangatlah bodoh. Kakek tua menjajakan dagangannya, sambil berkata, " Bakpau hangat dan lezat! Satu seharga Rp.5.000, Dua Seharga Rp. 10.000, dan gratis jika mengambil tiga!"

"Ada apa, ada apa?" Penduduk desa bertanya-tanya dengan keheranan.

"Bakpau hangat dan lezat! Kacang merah dan wijen ! Satu harganya Rp.5.000, Dua harganya Rp. 10.000, dan gratis jika mengambil tiga!" , Kakek tua gila berteriak lagi.

Penduduk desa yang datang semakin banyak. Mereka berbisik-bisik dengan suara rendah, "Apakah ini sungguhan? Tak perlu membayar jika mengambil tiga bakpau? Jangan-jangan ini tipuan"

"Siapa yang peduli. Akan aku makan tiga bakpau pertama, kita lihat apakah itu gratis atau tidak?" Wang Si Kepala Besar mencoba.

"Mmmm, bakpau ini sangat enak!" Kata Wang Si Kepala Besar sambil mengunyah. Ketika Wang selesai makan bakpau kedua, dia begitu kenyang, hingga tidak bisa menelan yang berikutnya.

Namun, ia bertanya pada kakek tua, "Jika makan tiga, saya tidak perlu membayar khan?"

"Aku tidak pernah berbohong. Sudah aku katakan, tiga bakpau, gratis," kakek tua menjawab.

Dengan terburu-buru, Wang Si Kepala Besar memasukkan bakpau ketiga ke dalam mulut, hanya untuk satu tujuan, agar memperoleh bakpau gratis. Kakek tua menepati janjinya dan tidak meminta Wang untuk membayar.

Penduduk desa yang lain mulai mengambil bakpau dagangan si Kakek. Setiap orang memakan tiga bakpau agar gratis. Tidak ada yang makan satu atau dua bakpau. Setelah beberapa saat, bakpau sebanyak satu wadah penuh telah dihabiskan oleh penduduk desa.

"Kalian semua memang memiliki nafsu makan yang baik," kata kakek tua sambil tersenyum.

Penduduk yang tidak mendapat kue hanya bisa kecewa, menyaksikan kakek tua pergi dari desa. Seorang warga yang makan tiga bakpau tiba-tiba berteriak, "Lihat! Bagaimana mungkin gunung di belakang desa bisa hilang sebagian?!"

"Omong kosong! Saya rasa kamu makan terlalu banyak kue, sampai-sampai pikiran jadi linglung," jawab seseorang.

Penduduk desa kemudian kembali membicarakan kakek tua. "Ha! saya tidak percaya ini. Ada orang sebegitu bodoh yang menjual tiga bakpau dengan gratis."

"Bakpaunya sangat lezat. Aku penasaran apa bahannya. Aku juga penasaran dari mana kakek tua ini berasal. Aku harap dia datang setiap hari."

Pada hari kedua, kakek tua gila datang ke desa lagi. Dia berteriak, "Bakpau hangat dan lezat! Kacang merah dan wijen ! Satu harganya Rp.5.000, Dua harganya Rp. 10.000, dan gratis jika mengambil tiga!"

Kakek tua gila berteriak lagi. Semua orang kembali berkumpul. Mereka makan begitu cepat, sampai-sampai bakpaunya tidak terkunyah. Setelah beberapa saat, semua bakpau telah habis lagi.

Pada hari ketiga, hal yang sama terjadi. Penduduk desa berusaha makan bakpau sebanyak tiga buah. Tiba-tiba, terdengar suara, "Kakek, bisa tolong beri aku satu bakpau?"

Semua orang terkejut. Mereka berbalik dan menatap pria muda yang ingin membeli hanya satu bakpau saja.

"Anak muda, apakah kamu mendengar dengan jelas? "Satu harganya Rp. 5.000, Dua harganya Rp. 10.000, dan gratis jika mengambil tiga. Mengapa kamu hanya ingin satu bakpau bila kamu bisa mendapat tiga dengan gratis?"

"Saya tahu," anak muda menjawab, "Saya melihat Anda datang setiap hari. Anda membawa wadah yang berat ke sini dan pasti telah berjalan cukup jauh, namun tidak menghasilkan uang sepeserpun. Saya merasa kasihan. Saya benar-benar ingin membantu. Tapi uang saya hanya cukup untuk membayar satu bakpau. "

Ketika mendengar kata-kata itu, kerumunan penduduk desa yang serakah itu merasa sangat malu.

"Ha, Ha! Akhirnya aku menemukanmu. Kamu adalah orang yang cocok menjadi muridku. Saya adalah dewa dari gunung di belakang desa."

Semua orang sekarang menyadari bahwa orang tua itu sebenarnya adalah dewa gunung. Untuk mencari seorang murid yang dapat dipercaya serta baik hati, dewa gunung menyamar sebagai orang tua bodoh untuk menguji hati penduduk desa. Yang dijualnya bukanlah benar-benar bakpau. Bakpau yang dibawanya terbuat dari lumpur yang digali dari gunung.

Setelah mendengar penjelasan dewa gunung, penduduk desa berlari untuk melihat kue yang tersisa. Namun, yang mereka lihat hanyalah sebuah wadah besar berisikan lumpur. Ketika mereka berbalik dan melihat gunung, penduduk desa melihat bahwa benar, setengah bagian gunung itu telah lenyap.

Kemudian, dewa gunung membawa pemuda baik hati ini ke tempatnya dan siap menurunkan semua ilmu yang dimilikinya. Adapun penduduk desa, mereka merasa benar-benar jijik setelah makan semua lumpur itu. Mereka berharap bisa memuntahkan semua lumpur yang telah mereka makan. Mereka menyesali tindakan mereka, menyalahkan diri sendiri karena terlalu serakah. Setelah kejadian ini, penduduk desa menamai gunung tersebut Ban Pin Shan. (Erabaru/wid)

Read more »

5 April 2011

Perjalanan Malam

Saat menulis catatan ini saya sedang terjebak macet di daerah tonjong kabupaten brebes,,truk yang membawa saya tak bisa melewati jalan yang rusak karena jembatan yang ambrol,Tak tahu kapan perjalanan ku sampai di tujuan.Semua truk yang membawa angkutan barang terjebak di sini,,kebetulan tempat saya berhenti di perempatan jalan dapat terlihat para pengatur jalan yang sibuk arus lalu lintas hanya mobil pribadi dan mobil dengan berat ringan saja yang di izinkan masuk melewati jalan yang rusak tersebut dan tak tahu kapan perbaikan jalan kan berakhir.

Saya berangkat dari rumah malam tadi sekitar pukul 23.30 dengan tujuan tegal guna mengunjungi kakak tercinta dan keponakan karena sudah beberapa tahun tak pergi ke sana kangen suasana kota tegal yang berbeda dari kota kebumen.

Perjalanan dari pertama sudah mengalami hambatan dengan kempesnya ban depan setelah beberapa kilometer berangkat dari rumah,,,semoga tak terjadi apa apa lagi setelah kemacetan ini berakhir dan bisa sampai dengan selamaat ke tujuan

Read more »

3 April 2011

Kenangan Masa Sekolah

Kata orang masa sekolah adalah masa yang paling indah untuk di kenang karena pada masa itu adalah masa di mana seorang mengukir persahabatn dan mencari ilmu serta mencari jati diri.Ada banyak cerita dan duka ketika duduk di bangku sekolah dan bila di ceritakan bisa bikin bibir ini tak hentinya mengelurakan tawa haru.Kisah cinta juga tak lepas dari cerita indah masa sekolah ada banyak pasangan suami istri yang menjalin hubungan saat masih duduk di bangku sekolah.Bila seorang yang beruntung mengenyam samapai perguruan tinggi pastinya punya lebih banyak cerita indah lagi yang indah untuk di kenang.Banyak kisah sinetron yang mengangkat cerita masa sekolah tapi dari kebanyakan tema yang di angkat kisah cinta masa sekolah tak banyak yang mengisahkan perjuangan para murid dan guru dalam meraih prestasi ceritanya itu itu saja dari rebutan pacar hingga suka pada guru sampai terjalin asmara antara guru dan muridnya.eeh ngomongin masa sekolah jadi ingat lagunya crsye kisah kasih di sekolah karya obi maskh.

 Meskipun saya cuma mengenyam bangku sekolah saya juga mempunyai cerita suka dan duka yang layak untuk di kenang.Para guru yang mengajar sangat bertanggung jawab dengan pekerjaan mereka.Setiap guru mempunyai ciri khas dalam mengajar ada yang tegas ada yang penuh canda tawa ada pula yang penuh kesabaran.guru favorit saya waktu smp adalah pak sunarta usianya kurang lebih 40an saat mengajar saya dulu beliau adalah guru bahasa indonesia,dalam mengajarkan materi pada siswa nya beliau tidak marah sama sekali ketika muridnya ramai dan tak mendengarkan beliu cuma diam kemudian berkata SUDAH setelah itu para murid diam sendiri.pokokny sosok guru tersebut menjadi idola saya pada waktu itu juga sekarang.Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan beliau dan ku lihat wajah dan perkataan yang keluar masi sama seperti mengajar saya dulu masih di baluti kesabaran saat memberikan ilmu kepada anak didiknya.

Guru seperti bapak sunarta juga saya temui saat masih sekolah dasar beliau adalah bapak sutarman yang usia nya relatif lebih muda tapi dengan usia yang masih muda beliau mempunyai kesabaran yang tinggi dalam mengajar.Dalam memberikan materi pelajaran beliau selalu dengan nada lembut dan di iringi dengan senyuman.Sayangnya beliau tak lama mengajar di sekolah saya paling cuma dua tahun dan harus pindah ke perigi.perigi adalah sebuah desa yang sangat jauh dari tempat dia tinggal dan harus si tempuh dengan sepeda ontel jarah antara desa beliau tnggal kewayuhan dan perigi memakan banyak waktu tapi demi perjuangan mencerdaskan anak bangsa beliau lakukan semua dengan penuh semangat tanpa beban.Saat acara perpisahan banyak para siswa yang meneteskan air mata karena tak rela guru penyanyang mereka pergi meninggalkannya.Kepindahan bapak sutarman meninggalkan banyak haru dan kesedihan mendalam.Beberapa waktu lalu saya juga bertemu beliau lagi lagi seperti pak sunarta beliau masih seperti dulu setiap kata yang terucap masih menceminkan pribadi yang sabar dan penyanyang.Penampilanya masih sama persis saat mengajar saya dulu.
 
Semoga para guru di indonesia seperti bapak sunarta dan bapak sutarman bukan hanya sebagai guru tapi menjadi orang tua bagi siswanya dan menjadi teman baik yang mau mendengarkan segala keluh kesah anak didiknya. 

Read more »

12 Maret 2011

Ponsel Baru Semangat Baru

Setengah tahun yang lalu aku membeli ponsel cina,sebenarnya masih punya dua ponsel lagi tapi kedua ponsel tersebut sudah jadul.fitur fitur tertinggal jauh dengan ponsel sekarang makanya saya membeli ponsel lagi yang murah tapi dengan fitur terkini,membeli ponsel cina ku bukanlah pilihan pertama tapi karena dana yang terbatas ku membelinya meskipun kebanyakan orang termasuk aku meragukan kualitasnya.Tapi dengan segala resiko aku membeli akhirnya membelinya,ponsel idamanku tak terlalu muluk muluk cukup punya fitur wifi karena aku sangat penasaran dengan fitur tersebut.biasanya fitur wifi hanya ada di smartphone yang harganya mahal dan pada leptop atau netbook.

Sebelum membeli ponsel sesuai keinginan ku coba cari informasi di internet dan tabloid yang mengulas abis tentang ponsel,dari sekian banyak hp dengan fitur wifi di dominasi hp kelas mid end dan high end tak ad yg low end kalau pun ada hp second maklum lah itu semua merek yang sudah tenar.ku coba liat hp cina siapa tau ada setelah ku cari akhirnya ku temukan hp cina dengan fitur wifi harga nya juga sesuai isi kantong ku di bawah satu juta.Disign nya seperti blackberry onyx lumayan lah buat gaya gaya an haa haa.aku coba cari hape tersebut ke konter harganya 575.000 hargnya gak bisa nego cuma turun 5rb yang tadi nya 580 rb belum sama memori external,sekalian ku membeli memori 2gb harganya 70rb lagi lagi turunya 5rb jadi 65rb.Pulang ke rumah sudah bisa gaya pake ponsel blacberry cina dech haaa haaa.

Setelah punya ponsel baru ku berpikir menjual salah satu ponsel lama ku kalau di pertahankan semua bisa bangkrut duit tuk beli pulsa,bayangkan ponsel yang sekarang dual sim terus d tambah 2 ponsel jadi ku harus isi pulsa 4 simcard.tapi Bila di jual sayang banget karena jual kembali murah banget.akhirnya aku kasihkan saja ke kakak ku yang sekarang tinggal bersama suaminya sekalian berbagi kebahagiaan meskipun cuma bisa memberika ponsel jadul tapi bila ikhlas kan menambah pahala sebagi bekal di hari nanti.

Read more »

6 Maret 2011

Khatam Al-qur'an di usia 40an

Ini adalah kisah dari bapak sarif beliau adalah seorang tukang becak di sebuah desa mempunyai seorang istri dan beberapa anak usia sekarang kira kira 60an.tak ada yang spesial dari bapak ini tapi bila menyimak cerita bapak ini saat usia 40an kita patut belajar dari beliau.

Sejak kecil bapak sarif tidak bisa membaca al qur'an karena saat kecil beliau tak mengaji hingga usia nya dewasa pun beliau belum bisa membaca al qur'an.Hingga pada akhirnya ALLOH SWT membuka pintu hatinya untuk dapat membaca al-qur'an,di usia 40an di benak bapak sarif timbul untuk belajar membaca al-qur'an keinginan kuat itu langsung beliau sampaikan ke pada bapak kiyai pengasuh mushola yang tak jauh dari rumahnya beliau tak merasa malu karena baru belajar saat usia tak lagi muda, rasa malu itu telah terkubur oleh semangat tuk belajar demi menjadi manusia yang lebih baik .Mendapat santri baru yang usia tak lagi muda bapak kiyai tersebut merasa bangga dan tersanjung pada bapak sarif yang punya semangat tinggi untuk belajar meskipun usianya tak lagi muda.Beberapa tahun mengaji bapak sarif akhirnya khatam al-qur'an teman khatamnya semua usia terpaut jauh tapi lagi lagi beliau tak merasa malu saat acara khotmil qur'an.Para tetangga saudara dan sahabat serta keluarga beliau merasa bangga karena semangatnya untuk dapat belajar tanpa kenal usia.

Kita dapat mengambil hikmah dari kisah bapak sarif bahwa tak ada kata terlambat untuk belajar dan meraih cita cita.Kadang kita merasa terlambat dalam meraih cita cita yang di impikan dan kita juga kadang malu belajar sesuatu yang seharusnya itu di lakukan saat masih kecil seperti belajar membaca al_qur'an dan tulisan lainnya.Bapak sarif telah memberi semangat baru untuk belajar sesuatu tanpa kenal kata terlambat,mengubah paradigma bahwa belajar harus dari usia dini.Semoga kisah ini membawa semangat baru bagi saya dan kita semua.Sekian dan terima kasih.

Read more »

Bila Cinta

cinta kadang membuat semua orang bahagia tapi banyak pula yang membuat derita.kala cinta datang menyambut maka hari hari kan bertabur bunga keindahan.Semua terasa begitu berarti bermakna dalam di setiap detiknya.Penyakit kerinduan slalu datang saat sang pujaan berada jauh d sana,semua kan terasa hampa seperti bejana kosong tanpa air yang mengisi tapi bila bertepuk sebelah tangan dunia seakan mau runtuh dan serasa bentar lagi mau kiamat dan hari hari selalu warani air mata yang menetes membasahi pipi kanan dan kiri .Bersikap bijak dalam menyikapi cinta yang datang adalah cara paling tepat agar bila cinta itu pergi tidak merasa lara hati dan bila cinta itu di dustai kita tak merasa tersakiti dan menimbulkan luka .Kala cinta datang ingat cinta itu dapat pergi dan hanya cinta pada tuhan nya yang abadi.

Sudah banyak korban karena tak kuat dalam menghadapi badai asmara,banyak orang bunuh diri gara gara cintanya di tolak putus cinta dan di khianati.Tak salah sumber kebahagian yang paling berbahaya selain uang adalah cinta.

Anda pasti ingat cerita dayang sumbi dan sangkurian meskipun cinta mereka terlarang tapi sangkuriang rela melakukan apa saja persaratan dari dayang sumbi asalkan ia dapat menikahi dayang sumbi gadis pujanya.ia berani menerima tantangan dayang sumbi untuk membuat bendungan dalam waktu semalam sebuah tantangan yang tak mungkin bisa di terima akal sehat.Tapi cinta sangkuriang telah membuat yang tak mungkin menjadi mungkin.Kita juga tahu hubungan cinta mereka terlarang karena dayang sumbi dan sangkuriang adalah hubungan antara anak dan ibu yang telah lama terpisah.

Kisah cinta yang kedua adalah romeo juliet,cinta mereka terganjal masalah keluarga yang saling bermusuhan hingga mereka nekadz meminum racun agar cinta mereka abadi.Itulah maha daya cinta yang bisa merubah segalanya pahit jadi terasa manis duka berubah menjadi bahagia hitam terlihat putih dan cacat terlihat sempurna.dan masih banyak kisah asmara yang berakhir dramatis tak jarang pula yang berakhir bahagia karena cinta mereka pada akhirnya abadi.

Bang haji rhoma irama mengatakan dalam sebuah lirik lagunya:berduka boleh saja berduka kalo putus cinta tetapi jangan sampai jadi gelap mata dan juga jangan sampai jadi putus asa.makanya kalau menyinta jangan sepenuhnya.yang di katakan bang haji lewat lirik lagunya memberikan nasehat bahwa dalam kehidupan ini janganlah sepenuhnya dalam mencintai sesuatu sehingga kalau sesuatu itu hilang jadi tidak gelap mata melakukan tindakan yang bodoh.hidup ini terlalu singkat bila harus di siasiakan karena masalah  cinta masih banyak harus di lakukan dalam menjalani hidup ini karena bumi masih berputar dan mentari masih setia menyapi pagi dan burung burung selalu berkicau sebagai tanda dunia ini indah dan penuh kedamaian.

Cinta bisa mengubah segalanya dari yang tak mungkin menjadi mungkin maka kendalikanlah cinta itu jangan sampai kita yang di kendalikan oleh cinta, karena itu bisa berakibat kesengsaraan yang permanen. Semoga kita dapat memaknia cinta datang dan pergi sebagai kehendakNYA yang telah di atur dalam takdirNYA

Read more »